Tuesday, 29 November 2011
Monday, 28 November 2011
Mencoba lagi..
Beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan benih Indigofera dadi Iful Ambarawa, tetapi saya belum jelas betul species nya, karena belum berbunga..kemungkinan besar Indigofera tinctoria. Saya tanam bibtnya dihalaman samping rumah, waktu baru umur dua bula tertimpa pohon pisang karean ada angin kencang. Alhamdulillah tidak rusak berat. Seminggu yang lalu, saya panen beberapa batang yang sudah siap panen, lalu direndam didalam kulai. Saya berharap walau sedikit dapat memberikan hasil yang menakjubkan. Setelah satu malam , kuali saya buka, ternyata sudah mulai timbul langit-langit biru diatas permukaan air, tapi sayang tidak semua daun tecelup kedala air. Akhirnya saya rendam semalam lagi, dibantu tumpukan batu supaya daun terendam semua. Sehari kemudian saya buka kembali kuali, dan hasilnya lebih bagus dari sebelumnya. Secarik kain sutra saya siapkan untuk uju coba. Ternyata hasil tidak memuaskan....hasil warna hanya hijau tipis..walau sudah beberapa kali saya celupkan. Akhirnya saya coba tambahkan kapur untuk menaikkan ph...Beberapa saat kemudian saya coba lagi secarik sutra saya celupkan ..ternyata hasil lebih bagus...beberapa kali pencelupan timbul warna biru terang. Alhamdulillah...Proses apa yang masih tertinggal...??? saya mesti cari tahu...saya tidak boleh menyerah.
Saturday, 15 October 2011
Friday, 14 October 2011
Hasil karya anak-anak...
Motif kontemporer ini diciptakan oleh Nurakhman Andika Dwityosunu anak kedua kami yang sedang menuntut ilmu di Jurusan Seni Murni Seni Rupa ITB. Unik motifnya...banyak tamu kami yang menyukai motif ini dan selalu menanyakannya apa makna motif tersebut. Saya selalu jawab...dari sudut pandang mana anda melihat, itulah makna sebenarnya. Anak pertama kami Arundana Pratamasunu alumnus Tehnik Penerbangan ITB, yang mempunyai hobi surffing dan photografi akan dengan senang hati memotret batik-batik yang kami hasilkan, Kolaborasi yang menarik diantara kami....
Tuesday, 11 October 2011
Bluesville....
Amat menyenangkan melihat anak-anak muda usia tertarik dengan produk ecofriendly, casualwear yang diperuntukkan untuk kalangan muda. Direz, Ozy, Congky dan Fikar,hampir setiap akhir pekan meramaikan halaman belakang rumah kami yang dijadikan tempat mencelup/ mewarnai. Banyak ide-ide baru dan masukan dari mereka yang menambah khasanah kami tentang pewarna alam. Mereka banyak membaca buku-buku tentang natural dyes dari luar maupun sharing dengan beberapa dedengkot "pemain warna alam" dari luar. Terima kasih anak-anak...semoga usaha kalian memanfaatkan pewarna dari kekayaan biodiversity Indonesia dalam meramaikan ecofesyen semakin berkibar...
Subscribe to:
Posts (Atom)